TRANSLATE

indonesia French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, December 26, 2009

EMANSIPASI WANITA DI MATA ISLAM

Wanita muslimah merupakan bagian terbesar dari komunitas masyarakat secara umum. Apabila mereka baik, niscaya masyarakat pun akan menjadi baik. sebaliknya, apabila mereka rusak, masyarakat pun akan rusak.Sungguh, apabila mereka benar-benar memahami agama, hukum dan syari’at Alloh, niscaya mereka akan mampu melahirkan generasi-generasi baru yang tangguh dan berguna bagi umat seluruhnya.

Di tengah perhelatan dunia Islam sekarang ini, kita merasakan alangkah banyaknya kekuatan yang hendak menarik, sekaligus mengeluarkan wanita dari agama dan syari’at NabiNya ke jalan yang amat jauh dari jalan yang diridhai Alloh, diantaranya adalah derasnya suara seruan kebebasan wanita yang mendapatkan sambutan memuaskan dari kalangan orang-orang yang memang berfikiran tak karuan.

Para penyeru kebebasan wanita belakangan ini, bertambah gencar dan lancar, dengan berusaha sekuat tenaga menodai kehormatan dan kedudukan para wanita, berbagai ucapan dan slogan-sloganpun dengan entengnya keluar dari mulut mereka. Semua itu pada intinya adalah untuk menyeret wanita agar supaya mempunyai kedudukan setara dengan kaum laki-laki, agar wanita meninggalkan serta menanggalkan busana (jilbab) muslimahnya, agar wanita bekerja di sektor-sektor pekerjaan kaum laki-laki, agar wanita berhias secantik mungkin agar bertambah ayu, supel, feminim, menawan bagi kaum laki-laki ketika keluar dari tempat tinggalnya. Dan berbagaia seruan-seruan lainnya yang pada lahirnya terlihat manis dan menggiurkan, namun pada hakekatnya pahit dan menghancurkan!

Langkah-langkah penjerumusan dan penyesatan seperti di atas bertambah deras lajunya dengan terbentangnya berbagai sarana informasi yang tidak lagi mengenal batasan. Akhirnya, melalui sarana informasi itulah,kaum wanita sangat mudah diekspose bahkan dikomersialkan. Lihatlah hampir tidak ada satu iklanpun dimedia elektronik maupun media cetak yang tidak menampilkan wanita, bahkan sesuatu yang dulunya sangat tabu dibicarakan, kini menjadi tontonan dan sarapan harian. Jelas,semua ini merupakan bentuk pelecehan bagi wanita. Tapi anehnya, kenapa amat langka sekali wanita yang membencinya, bahkan banyak sekali dukungan dan persetujuan dari mereka?!

Benarlah sabda Nabi Muhammad:
Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki
daripada fitnah kaum wanita.

Sebenarnya hal semacam ini tidak akan pernah terjadi bilamana para wanita berpegang teguh dengan jalan yang digariskan Alloh sejak ribuan tahun yang lalu yaitu sebuah solusi yang mencakup seluruh segi kehidupan wanita yang akan membawa kaum wanita ke tempat terhormat dan terhindar dari berbagai jurang kehinaan.

1.Makna Emansipasi Wanita


Emansipasi berasal dari bahasa latin "emancipatio" yang artinya pembebasan dari tangan kekuasaan. Di zaman Romawi dulu, membebaskan seorang anak yang belum dewasa dari kekuasaan orang tua, sama halnya dengan mengangkat hak dan derajatnya.

Adapun makna emansipasi wanita adalah perjuangan sejak abad ke-14 M. dalam rangka memperoleh persamaan hak dan kebebasan seperti hak kaum laki-laki.

Jadi para penyeru emansipasi wanita menginginkan agar para wanita disejajarkan dengan kaum pria disegala bidang kehidupan, baik dalam pendidikan, pekerjaan, perekonomian maupun dalam pemerintahan.

2 Emansipasi Wanita Dalam Bidang Pendidikan.



Mereka menyerukan agar para wanita menuntut ilmu di bangku-bangku sekolah hingga perguruan tinggi sejajar dengan pria, sekalipun harus mengorbankan nilai-nilai agamanya. seperti ikhtilath (campur baur dengan laki-laki), bepergian tanpa mahram, pergaulan bebas tanpa batas,bersikap toleran terhadap kemungkaran yang ada di depan mata, yang penting bisa mendapat ijazah yang diidamkan atau berbagai gelar yang dicita-citakan.


3 Emansipasi Wanita Dalam Bidang Pekerjaan.



Setelah kaum wanita lulus dalam pendidikan formal, maka tibalah gilirannya tuntutan untuk bekerja, tidak mau kalah dengan kaum laki-laki, maka merekapun memasuki sektor-sektor pekerjan kaum laki-laki, bercampur baur dengan mereka yang sudah pasti hal ini akan menimbulkan berbagai dampak negatif. antara lain:


  1. Timbulnya pengangguran bagi kaum pria, sebab lapangan pekerjaan telah dibanjiri oleh kebanyakan kaum wanita.
  2. Pecahnya keharmonisan rumah tangga, sebab sang ibu lalai dengan tugas-tugas utamanya dalam rumah, seperti, memasak, mencuci, membersihkan rumah,melayani suami dan anggota keluarga. Akibatnya, rumah tanggapun berantakan tak terurus.
  3. Keadaan perkembangan anak menjadi kurang terkontrol, lantaran ayah dan ibu sibuk bekerja di luar rumah. Dari celah inilah, akhirnya muncul dengan subur kenakalan anak-anak dan remaja-remaji.
  4. Terjadinya percekcokkan dan perseteruan antara suami-istri. dikarenakan ketika suami menuntut pelayanan dari sang istri dengan sebaik-baiknya,si istri merasa capek dan lelah, lantaran seharian bekerja di luar rumah.
  5. Terjadinya perselingkuhan. Karena ditempat kerja tersebut, tidak ada lagi larangan bercampur antar lain jenis, dandanan yang menggoda lawan jenisnya dan selainnya dari malapetaka yang hanya Allohlah Maha mengetahuinya.

Semoga Alloh memberi petunjuk kepada kita semua. Semestinya, kaum wanita hendaknya menjadikan rumahnya seperti istananya, karena memang itulah (rumah) medan kerja mereka. Alloh berfirman:



"Hendaklah kaum wanita (wanita muslimah), tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang -orang jahiliyah dahulu." (QS. Al-Ahzab: 33)


Rasulullah bersabda:


Dan wanita adalah penanggung jawab di dalam rumah suaminya ia akan di minta pertanggung jawabannya atas tugasnya.


Pada hakekatnya, Alloh tidaklah membebani kaum wanita untuk bekerja mencari nafkah keluarga, karena itu merupakan kewajiban kaum laki-laki. Alloh berfirman:


Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (baik). (QS. Al-Baqarah: 233)


Jadi, seorang istri merupakan tanggungan suami, begitu juga seorang putri, tanggungan orang tua. Karenanya, apabila seorang wanita muslimah memaksakan dirinya untuk bekerja menjadi wanita karir -misalnya-, maka pada hakekatnya dia telah merusak citra dirinya sendiri, karena
bagaimanpun juga, wanita tidak bakalan sanggup menandingi kaum pria dalam segala pekerjaan lantaran beberapa kelemahan yang ada pada diri wanita, seperti, kekuatan fisik yang lemah, mengalami haidh, hamil, melahirkan, nifas, menyusui, mengasuh anak, sehingga mereka tidak punya waktu penuh dan tenaga ekstra kuat yang mampu mengimbangi kaum laki-laki.


4 Emansipasi Kaum Wanita Di Bidang Perekonomian


Telah dijelaskan di atas, bahwa mayoritas wanita zaman sekarang ini, begitu mudah tergiur dan terbujuk dengan slogan emansipasi ini, sehingga mereka beramai-ramai berusaha mencari tambahan pemasukan guna meningkatkan taraf hidup mereka, sekalipun harus melanggar syari’at, seperti bekerja membungakan uang pinjaman, padahal ini termasuk riba.


Alloh berfirman:



"Alloh menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al Baqarah: 275)


Firman-Nya pula:


Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. (QS. Al-Baqarah: 176)


Atau bekerja menawarkan produk-produk tertentu dengan menampilkan dan memamerkan kecantikannya walau harus membuka auratnya. Padahal Rosulullah Muhammad bersabda:


"Wanita itu adalah aurat."


Adapun yang di maksud aurat wanita muslimah dalam hadits ini adalah semua anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan (menurut sebagian ulama’).


5 Emansipasi Wanita Dalam Bidang Pemerintahan.



Hal ini terjadi dengan antusiasnya kaum hawa untuk terjun dalam arena kancah politik. Padahal anggotanya (yang di pimpinnya) mayoritas terdiri dari kaum laki-laki. Seperti ini banyak kita saksikan di sekolah-sekolah, kantor-kantor, lembaga-lembaga, istansi, maupun di berbagai sektor pekerjaan. Hal ini sangat bertentangan dengan firman Alloh:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Alloh telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). (QS. An Nisa’: 34)


Firman-Nya pula:

Dan orang laki -laki tidaklah sama seperti orang perempuan. (QS. Al imron: 36)


Inilah beberapa dalil Al Qur’an dan Sunnah yang menjadi hujjah dan bantahan atas para penyeru slogan emansipasi kaum wanita, semoga Alloh menjaga kaum muslimin semuanya dari tipudaya musuh-musuh-Nya, sesungguhnya Alloh Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

COPYRIGHT : http://jilbab.or.id/archives/472-emansipasi-adakah-dalam-islam/

0 komentar: